RSS

Jumat, 16 Mei 2014

Lima Jenis Wilayah Praktek Korupsi dan Prevensinya



“Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kalian ialah dikarenakan mereka membiarkan koruptor “kelas kakap” berkeliaran tanpa tindakan hukum apa-apa. Sebaliknya bila yang melakukan korupsi itu rakyat kecil “kelas teri” mereka tegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku.” (HR. Al-Bukhari,, Muslim,Abu Dawud, Al-Nasai, Ahmad, dll)

Praktek korupsi muncul didasari lemahnya komitmen moral dan ingin cepat kaya secara cepat dan mudah. Pribadi-pribadi seperti ini tersebar di berbagai institusi, organisasi, kepemimpinan dan kelompok sosial, tak terkecuali para penegak hukum. Pemberantasan hukum lemah karena para penegak dan lembaga hukum juga korup. Sementara para pejabat pemerintah tidak punya wibawa moral karena mereka sendiri banyak yang terlibat.

Uraian sosiologi korupsi ini mengurai wilayah-wilayah dan jenis-jenis korupsi untuk memperjelas sosok, wilayah, pencegahan dan penanggulangannya. Wilayah-wilayah ini akan memperjelas dimana tumbuhnya korupsi dan bagaimana pencegahannya.

Sabtu, 10 Mei 2014

KAMI MENANTIKANMU CALON PRESIDEN



Akhir-akhir ini kita diberikan gambaran perilaku kekanakan yang dipertontonkan oleh PDIP dan Partai Gerindra dengan lontaran sindiran-sindiran puisi berbalas pantun terkait pemilihan presiden yang akan datang. Sebagai orang awam, saya maklum karena saya bodoh, mungkin tidak mengerti hubungan apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua partai nasionalis sehingga hingga berlaku demikian. Atau mungkin saya terlalu naïf, karena politik memang demikian adanya, saling sikut-saling usut-saling rebut. Tetapi saya justru menjadi bingung, mana yang benar mana yang salah, atau tidak ada yang benar tidak ada yang salah?

Rasa bingung saya bertambah ketika melihat para calon presiden sibuk melobi sana sini, dari satu partai ke partai lainnya, tapi tidak satu pun yang benar-benar melobi rakyat.

Jumat, 09 Mei 2014

Sayangilah keseriusan anak dalam berlomba


“Pak teteh mau ikutan lomba mewarnai kamis depan, bertiga dengan teman-teman sekolah… do’ain ya pak biar menang.” Kata anak pertamaku, yang masih duduk di bangku RA.

“Pasti atuh teteh, bapak pasti do’ain yang terbaik buat teteh… “. Kataku menjawab.

“tapi teteh harus berlatih yang giat tiap hari, kalau teteh pengen juara “. Lanjutku, memberikan nasihat.

Anakku pun giat berlatih mewarnai tiap hari, di rumah dan di sekolah. Kebetulan di sekolahnya pun disediakan les buat mewarnai. Alhasil kemampuan mewarnai anakku pun berkembang pesat. Konon menurut gurunya, dia sangat pantas menjadi juara pada lomba mewarnai yang akan datang , melihat kualitas mewarnai anakku. aku pun sangat senang mendengar berita tersebut, berarti kerja keras anakku ada hasilnya.

Kamis, 08 Mei 2014

Persib Nu Aing


 
 “ Aing Pendukung Persib
Kan ku Bela Sampai Mati
Dari Jaman Encas Tonif Sampai Jaman Akhir Nanti
Kujual Baju Celanaku Untuk Menonton Permainanmu
Lapar Teu Paduli
Nu Penting Aing Lalajo Persib “
(Aing Pendukung Persib /Pas Band)

Setiap Persib bertanding, stadion berubah menjadi lautan biru. Warna kebanggaan Persib ini mendominasi  setiap sudut stadion.  Hampir tidak ada celah buat warna lain untuk ikut mewarnai stadion. Dan stadion pun penuh sesak dengan kehadiran para bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Keriuhan tanpa henti menjadi hal yang mesti terjadi. bobotoh tanpa henti bernyanyi, meneriakkan yel-yel penyemangat sepanjang pertandingan. Mereka tak kenal lelah terus memberikan dukungan pada tim kesayangannya.

Senin, 05 Mei 2014

Jelang Laga Timnas U-19 vs Myanmar U-19

Timnas u-19 telah menyuguhkan gaya bermain yang indah enak ditonton, hampir mirip dengan yang biasa diperagakan Barcelona atau Arsenal. Umpan satu dua sentuhan jadi ciri khas, yang diselingi dengan kemampuan drible individual yang baik dalam melewati lawan.

Daya juang yang sangat tinggi pun ditunjukkan oleh Timnas u-19. Sering kita lihat mereka selalu berlari hampir selama 90 menit, tanpa kenal lelah. Berlari tanpa bola untuk sekedar mencari ruang kosong, sehingga memudahkan pemain yang memegang bola untuk memberikan umpan. Mereka pun bermain sebagai sebuah tim saling mendukung. Semua terlibat dalam skema penyerangan, dan bahu membahu dalam menggalang pertahanan dengan cara mulai mempressing lawan di daerahnya. individualistis sebagai salah satu ciri utama pemain bintang hampir tidak terlihat dalam tim ini.

Negara Darurat Pedofilia


Kasus pedofilia yang sedang ramai disorot media di Jakarta International School (JIS) menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Namun tidak hanya di Jakarta, kasus serupa juga menimpa 11 pelajar di Medan, yang dilakukan oleh gurunya yang merupakan warga negara Singapura. Juga di Tenggarong, Kalimantan Timur, seorang guru melakukan sodomi kepada muridnya.


Kasus terkini terjadi di Sukabumi yang memakan banyak korban. Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota menyatakan anak yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh AS (23) jumlahnya saat ini menjadi 47 orang.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/14/05/02/n4y4i9-korban-sodomi-di-sukabumi-bertambah-jadi-47-orang


Jumat, 02 Mei 2014

Guru mau berubah, Kurikulum 2013 sukses



 Perubahan kurikulum dalam sistem pendidikan adalah sebuah keniscayaan. Kalau tidak berubah berarti akan ketinggalan jaman. Harus disadari, mustahil bagi Kementerian Pendidikan Nasional menyusun kurikulum yang usia pakainya hingga puluhan tahun. Apalagi di abad ke-21, perubahannya demikian cepat, kompleks, dan sangat sulit diramalkan perubahannya .

Tidak ada yang salah dengan perubahan kurikulum yang terus dikembangkan oleh pemerintah, hanya salah pada penerapan dan pelaksanaan saja. Kurikulum tidak layak dijadikan kambing hitam dalam masalah pendidikan dikarenakan perubahan zaman yang terus melaju kencang. Kurikulum KBK tentu tidak akan cocok diterapkan di tahun 2014 yang semua berbau teknologi.